Core Indonesia

06Apr

CORE Monthly Review [April 2026]

CORE Monthly Review edisi April 2026 menyoroti perkembangan indikator ekonomi makro sepanjang Maret, serta analisis pada sektor Perdagangan, Pariwisata, Jasa Keuangan, dan Asuransi.

Beberapa catatan utama mencerminkan meningkatnya tekanan ekonomi. Tingkat wanprestasi pinjaman daring (TWP90) melonjak dari 2,76% menjadi 4,38%. Defisit APBN per Februari mencapai Rp135,7 triliun, melebar hampir empat kali lipat dibandingkan tahun lalu, seiring strategi belanja yang agresif. Sementara itu, nilai tukar rupiah tertekan hingga menyentuh level Rp17.078 per USD, dipengaruhi oleh arus keluar modal (capital outflow) dan meningkatnya eskalasi global.

Ingin mengetahui analisis lengkap dan implikasinya terhadap perekonomian ke depan?

Baca selengkapnya pada CORE Monthly Review edisi April 2026 dengan klik lampiran di bawah ini:

17Apr

Manuver Startegis Indonesia Menghadapi Badai Tarif Resiprokal

“Perdagangan internasional tidak hanya mencakup barang, tetapi juga jasa. Oleh karena itu, penetapan ‘reciprocal tariff’ yang hanya didasarkan pada defisit perdagangan barang, tanpa mempertimbangkan surplus dalam sektor jasa, mencerminkan narasi yang belum sepenuhnya utuh yang dilakukan oleh Trump. Presiden Trump selalu menyoroti sisi defisit neraca perdagangan barang, namun tidak menyinggung surplus yang US peroleh pada perdagangan jasa”

Prof. Dr. Sahara, SP, M.Si (Research Associate CORE Indonesia)