Core Indonesia

16Jun

Setengah Daya Pacu Ekonomi

CORE Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2025 hanya di kisaran 4,6%-4,8%, sejalan dengan prediksi Bank Dunia sebesar 4,7%. Kondisi ini tercermin dari Indeks rilis Penjualan Riil pada bulan Mei yang diprediksikan menurun -0,6% secara bulanan, sementara industri manufaktur yang menyumbang 21% terhadap ekonomi terus melemah dengan PMI masih berada di zona kontraksi.

Sementara itu, program stimulus Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang diberian oleh pemerintah hanya menjangkau 17,3 juta pekerja atau sekitar 18% dari total 95 juta pekerja bergaji di bawah Rp 3,5 juta yang seharusnya menjadi target. Pekerja informal seperti pedagang kaki lima dan pengemudi ojek online sama sekali tidak tercakup karena persyaratan harus terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu, relaksasi iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) bagi dunia usaha relatif kecil dampaknya, untuk perusahaan menengah dengan 100 karyawan, penghematan JKK hanya Rp 19,44 juta/tahun, jauh lebih kecil dibanding biaya listrik yang bisa mencapai Rp 55,7-222,9 juta per bulan. Diskon transportasi saat lebaran juga terbukti tidak efektif dengan penurunan 4,69% jumlah perjalanan dibanding tahun sebelumnya.

Total stimulus pemerintah senilai Rp 24,4 triliun tersebut hanya setara 0,8% dari PDB konsumsi Indonesia pada triwulan I 2025 yang diberlakukan sangat singkat (hanya 2 bulan). Sungguh sangat disayangkan stimulus diskon tarif listrik dibatalkan, padahal biaya listrik menyerap rata-rata 10% total pengeluaran rumah tangga Indonesia.

Baca selengkapnya COREinsight edisi 16 Juni 2025 “Setengah Daya Pacu Ekonomi” dengan klik lampiran di bawah ini

06Jun

KOPERASI DESA MERAH PUTIH: PARADOKS GERAKAN EKONOMI RAKYAT

Di balik ambisi pemerintah membangun koperasi desa Merah Putih, muncul pertanyaan mendasar tentang apakah program koperasi ini sejalan dengan ide koperasi Bung Hatta?

Gagasan koperasi yang dibawa oleh Bung Hatta mensyaratkan tujuh prinsip dasar: keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka; pengendalian oleh anggota secara demokratis; partisipasi ekonomi anggota; otonom dan independen; kerja sama antarkoperasi; dan kepedulian terhadap masyarakat.

Sejarah panjang ekonomi desa, termasuk kemunduran KUD akibat pendekatan top-down dan seragam, menunjukkan pentingnya strategi yang kontekstual dalam membangun koperasi. Dalam pengembangan koperasi desa Merah Putih, pelajaran ini relevan agar program benar-benar berpijak pada kebutuhan dan partisipasi masyarakat, bukan sekadar kebijakan dari atas.

Baca selengkapnya COREinsight “KOPDES MERAH PUTIH : PARADOKS GERAKAN EKONOMI RAKYAT” dengan klik lampiran di bawah ini

04Jun

Just Energy Transition for Indonesia’s Sustainable Economic Growth: A Study on the Comprehensive Value Chain of the Electric Vehicle Industry

Sinopsis:

Indonesia, endowed with rich reserves of minerals such as copper, nickel, tin, and bauxite, is entering a critical phase in the utilization of its natural resources. The government has implemented policies prohibiting mineral ore exports and promoting domestic processing industries to foster sustainable economic growth. This book presents CORE Indonesia’s study findings from 2023, aiming to enhance policymakers’ capacity in mineral-based downstream industry governance. Its chapters examine the mineral industry governance structure, the connection between upstream mineral sectors and battery-based electric vehicle industries, the potential implementation of electric vehicles across Indonesia’s regions, and the roadmaps for transitioning towards greener energy.

 

Authors:

Mohammad Faisal
Akhmad Akbar Susamto
Muhammad Ishak Razak
Stania Puspawardhani
Rahmi Afzhi Wefielananda
Dzaki Fahd Haekal
Rivan Dwi Aghnitama
Sahaya Aulia Azzahra

Graphic Design and Layout:

Alek Surya Nugraha
Eliza Mardian
Lailatun Nikmah